| Unjuk Rasa Dukung Keistimewaan DIY Terus Berlanjut | |
|
Pedagang Sayur “ Kopas Gemah Ripah “ Gamping, Sleman Datangi DPRD DIY YOGYAKARTA – Unjuk rasa mendukung keistimewaan DIY masih terus berlangsung. Hari ini, sekitar 200 pedagang pasar induk sayur dan buah yang tergabung dalam Kopas Gemah Ripah Gamping Sleman menggelar demo mendukung ditetapkannya Sri Sultan HB X dan Pakualam IX sebagai Gubernur dan Wagub DIY 2008-2013.
Mereka mengendarai sekitar 10 bus, mendatangi kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (29/2/). Para pengunjukrasa di DPRD DIY tersebut ditemui langsung oleh Wakil Ketua DPRD DIY Gandung Pardiman yang mengatasnamakan perwakilan fraksi-fraksi di DPRD DIY. Di depan pengunjuk rasa, Gandung juga menyatakan mendukung keistimewaan DIY tersebut.
Koordinator aksi di DPRD DIY, Suharsini berpendapat jika pilkada tetap digelar mereka takut akan terjadi perebutan kekuasaan di DIY sehingga menimbulkan kondisi yang tidak aman. Dengan demikian maka Gemah Ripah dalam aksinya menolak pengangaran pilkada. “Kita takut DIY akan tidak aman dan terjadi perebutan kekuasaan. berpendapat “Keistimewaan DIY adalah harga mati Sultan sebagai Gubernur dan Paku Alam IX sebagai Wagub,” kata Suharsini.
Aksi penolakan pilkada DIY ini, lanjut Suharsini akan terus dilanjutkan sampai ada keputusan dan penetapan dari pusat untuk membatalkan pilkada. Mereka mengancam akan menggelar unjukrasa kembali dengan massa yang lebih besar lagi. Dalam aksi tadi mereka menggelar sebuah spanduk besar yang bertuliskan “Gemah Ripah Mendukung keistimewaan DIY”.
Semenjak pemerintah akan menetapkan pelaksanaan pilkada DIY tahun ini berbagai elemen masyarakat terus mengelar aksi penolakan. Sebelumnya ratusan perangkat desa dari Bantul dan Sleman juga berunjukrasa di DPRD Provinsi DIY mengajukan aspirasi yang sama.